Menjalani Food Combining di Saat Puasa

Ya, ramadhan sudah berlalu, masuk bulan syawal, umat Islam kembali di-sunnah-kan untuk menjalani puasa 6. Yaitu puasa di 6 hari pada bulan syawal ini.

Sebelum ramadhan, saya dan istri sudah menjalani food combining secara utuh. Artinya kami berusaha sedisiplin mungkin untuk melaksanakan aturan – aturan dalam food combining, kecuali pada akhir pekan (the two cheat days).

Ramadhan kemarin, saya dan istri tetap menjalankan food combining. Mungkin tidak sedisiplin pada masa sebelum ramadhan, namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Terutama menahan godaan opor ayam yang sudah jadi sebelum lebaran (heuheuheu)

Pada hari normal, saya menjalankan 3 golden rule : 

  1. Tidak makan selain buah hingga pukul 11
  2. Tidak mencampur karbo dan protein hewani
  3. Berhenti makan pada pukul 8.

Memang golden rule yang saya pakai tidak mencakup totalitas aturan food combining, tapi itu adalah aturan bakunya. Jika ditelisik mendetail, maka anda akan menemukan ada buah yang tak bisa digabung (sebaiknya) dengan buah lain, ada buah yang tak boleh dikonsumsi sebelum buah lain / dikonsumsi pertama kali. 

Pada masa puasa, saya mengubah pola makan di atas.

Pada saat sahur, saya dan istri minum jeniper (jeruk nipis peras), dilanjutkan makan minimal 3 macam buah segar. 15 menit kemudian, baru makan nasi, sayur dan tahu tempe. Tak selalu tahu tempe, yang jelas golden rule nomor 2 tetap dipegang.

Mengapa 15 menit. 15 menit adalah waktu (rataan) buah dicerna di dalam tubuh. 

 Untuk buka, jelas air putih pertama kali wajib diminum, dilanjutkan buah segar. Selepas sholat Magrib, barulah makan makanan berat. Pukul 8 secara resmi, perut ditutup. 🙂

Hingga 4 hari pertama memang terasa berat, Tapi di awal puasa itu pula, tubuh terasa lebih bugar ketimbang puasa tahun lalu. Pada minggu ke dua, saya sering melanggar golden rule ke 2, terutama ketika buka di luar atau di rumah mertua. 🙂

Saya menjalankan food combining di masa ramadhan atas dasar referensi di buku Food Combining di Bulan Ramadhan karya Erikar Lebang. Disamping itu, istri juga sedang getol membaca buku The Miracle of Enzyme karya Hiromi Shinya. 

Menjalankan food combining sambil puasa saya rasakan banyak sekali manfaatnya. Biasanya pada minggu ke 2, penyakit sudah hinggap, tapi kali ini saya tidak merasakannya, Alhamdulillah. Selain itu, ketakutan saya akan merasakan kelaparan level dewa,itu juga tidak terjadi.

Jika pada bulan sebelum ramadhan saya turun 2 kg, menjalankan food combining sambil puasa membuat saya kehilangan berat badan sebanyak 4 kg. (ya, tujuan saya melakukan food combining, salah satunya memang mengurangi berat badan saya ihik ).

Setelah sukses di bulan Ramadhan kemarin, saya melakukannya lagi di bulan Syawal. Alhamdulillah, sudah biasa.

Happy Syawal !

via Tumblr http://blog.vanjava.web.id/post/58213226034

Leave a Reply